Senin, 19 Oktober 2015

CB : SMPN 92 Jakarta Part 2



Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar dan 8355 di SMPN 92 Jakarta dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama

Teach For Indonesia


1. Awal
Kelas : LB 51
Dosen : D5050 - Jamson Siallagan, S.Th., M.A., M.Th.
Waktu : Senin, 12 Oktober 2015
Pukul : 09.00 - 14.00
Lokasi : SMPN 92 Jakarta
PIC : Ibu Setyorini

Tim yang hadir :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203

2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443

Ibu Setyorini - Indira - Harys - Ovelia - Reggy - Irma - Nanda - Zenia -Bapak Pramono

2. Isi
A. Tentang Character Buliding : Professional Development
Teori Etika
1. Utilitarianisme
Utilitiarianisme berasal dari kata bahasa Latin 'utilis' yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000:66). Jadi berdasarkan arti kata tersebut suatu perbuatan yang dikategorikan baik secara etis, bila perbuatan tersebut membawa manfaat.
2. Duty-Based Ethics
Adalah suatu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik menurut etika deontologi karena perbuatan tersebut diwajibkan untuk dilakukan, dan perbuatan yang lainnya dilarang. ini berarti bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban. Kewajiban merupakan satu-satunya prinsip yang mengkategorikan sautu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik.
3. Teori Hak (Rights-Based Ethics)
Menurut Bertens (2000:72-73) teori mengenai hak sangat mendominasi pemikiran moral dewasa ini. Pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari teori deontologi. Karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama. 
4. Teori Keutamaan
Menurut Bertens (2000:74) teori keutamaan memperhatikan sikap atau akhlak seseorang 'tidak akan ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati dan sebagainya.'
Keempat teori keutamaan adalah kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan.

B. Persiapan
Kami melakukan persiapan dengan mendatangi TFI terlebih dulu untuk meminta kelengkapan data pada Jumat, 9 Oktober 2015. Setelah seluruhnya lengkap, kami berencana untuk mendatangkan langsung pada hari H, namun kami sudah menginfokan kedatangan kami kepada pihak sekolah melalui telepon. Hari senin pukul 08.00 pagi kami sudah janjian untuk berkumpul langsung disekolah SMPN 92 yang berlokasi di bilangan Rawamangun. Kami disambut hangat oleh Ibu Setyorini selaku staf wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Kami diberikan arahan untuk menjumpai kepala sekolah dahulu untuk meminta izin lagi agar dapat terlaksana.
Kami bertemu dengan kepala sekolah di ruangannya. Sambutan hangat kami terima ketika beliau membukakan pintu untuk kami dan kami dipersilahkan masuk keruangannya. Harys sebagai ketua kelompok menjelaskan secara detil maksud dan tujuan kami mengunjungi SMPN 92. Bapak kepsek menerima dengan baik seluruh informasi yang Harys berikan, dan kami diarahkan kembali untuk bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan Bapak Pramono. 
Bapak Pramono ini membantu kami untuk mengumpulkan anak-anak penerima kjp untuk memasuki ruang audiovisual. Lalu kami beres-beres ruang audiovisual. Setelah itu anak yang dipanggil oleh Pak Pramono datang masuk satu per satu hingga keseluruhannya masuk dengan jumlah 30 siswa.

C. Metode Pengajaran SMPN 92 Jakarta
Semua sudah tampak baik dengan didukung dengan pengajar yang baik membuat suasana ruang belajar mengajar menjadi kondusif dan seluruh anak terlihat bersungguh-sungguh untuk menerima pelajaran. Yang mungkin perlu diperbaiki adalah kondisi peralatan belajar mengajar yang sudah berumur menjadikan hal tersebut tampak kurang nyaman bagi siswa.

D. Bukti Lampiran Survey Internal dan Eksternal
Survey Eksternal


Survey Internal
Harys sebagai ketua kelompok dapat menjadi panutan kami karena sikap dia yang sangat antusias terhadap tugas yang diberikan ini menjadikan dia sebagai orang yang memiliki sikap terbaik diantara kelompok kami. Dia datang tepat waktu lebih cepat daripada yang lain, ide-ide dia untuk menyelesaikan tugas ini dapat terlaksana dengan baik, membuat kami cepat mengerti apa yang harus dilakukan, sikap gigihnya terhadap penyelesaian tugas terlihat ketika dia meminta izin kepada pihak sekolah dan bertemu langsung dengan kepala sekolah, sikap ramah dan memiliki etika yang tinggi memang terdapat pada diri ketua kelompok kami. 
Yang perlu diperbaiki adalah anggotanya, karena sempat bingung ketika diberikan tugas oleh Harys, namun Harys selalu memberikan responsif yang baik ketika seluruh anggota memiliki keluhan pada saat di lapangan.


3. Penutup
3.1 Hasil Kegiatan 
Data 8355 :
Disini kami menemukan adanya perbedaan data 8355 yang dimiliki oleh dinas dan sekolah.
Data yang ADA di dinas tapi TIDAK ADA di sekolah adalah atas nama Synthia Putri Rahma. Pihak sekolah telah mengkonfirmasi bahwa siswi tersebut telah keluar pada saat setelah daftar ulang, namun dia memutuskan untuk tidak melanjutkan bersekolah di SMPN 92. Pihak sekolah juga memberikan bukti surat keluar siswi tersebut.

Data yang Ada di sekolah tapi TIDAK ADA di dinas adalah atas nama Aisyah Putri Emmayanti. Pihak sekolah berkata bahwa siswi tersebut adalah siswi yang tidak naik kelas, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi kelanjutan mengenai siswi tersebut, karena siswi tersebut juga tidak melapor kepada pihak sekolah bahwa ia tidak ingin melanjutkan bersekolah di SMPN 92. Namun pihak sekolah sedang memproses anak tersebut.


3.2 Kesimpulannya
kesimpulannya adalah kita dapat memahami dengan baik bagaimana berinteraksi dengan orang lain, kita harus bisa menjaga sikap kita seperti etika berbicara, sopan santun, dan jika memiliki janji kita harus bisa menepati pada waktu yang tepat. 

3.3 next to do
kita harus bisa lebih baik lagi, lebih menghargai kesempatan yang telah orang berikan, jangan membuang kesempatan terbaik yang diberikan, dan jalankan dengan ketulusan hati.

3.4 informasi jumlah peserta
jumlah anggota kami ada 7, yaitu :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443

CB : SMPN 92 Jakarta Part 1



Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar dan 8355 di SMPN 92 Jakarta dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama

Teach For Indonesia


1. Awal
Kelas : LB 51
Dosen : D5050 - Jamson Siallagan, S.Th., M.A., M.Th.
Waktu : Senin, 12 Oktober 2015
Pukul : 09.00 - 14.00
Lokasi : SMPN 92 Jakarta
PIC : Ibu Setyorini

Tim yang hadir :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203

2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443

Ibu Setyorini - Indira - Harys - Ovelia - Reggy - Irma - Nanda - Zenia -Bapak Pramono

2. Isi
A. Tentang Character Buliding : Professional Development
Teori Etika
1. Utilitarianisme
Utilitiarianisme berasal dari kata bahasa Latin 'utilis' yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000:66). Jadi berdasarkan arti kata tersebut suatu perbuatan yang dikategorikan baik secara etis, bila perbuatan tersebut membawa manfaat.
2. Duty-Based Ethics
Adalah suatu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik menurut etika deontologi karena perbuatan tersebut diwajibkan untuk dilakukan, dan perbuatan yang lainnya dilarang. ini berarti bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban. Kewajiban merupakan satu-satunya prinsip yang mengkategorikan sautu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik.
3. Teori Hak (Rights-Based Ethics)
Menurut Bertens (2000:72-73) teori mengenai hak sangat mendominasi pemikiran moral dewasa ini. Pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari teori deontologi. Karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama. 
4. Teori Keutamaan
Menurut Bertens (2000:74) teori keutamaan memperhatikan sikap atau akhlak seseorang 'tidak akan ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati dan sebagainya.'
Keempat teori keutamaan adalah kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan.

B. Persiapan
Kami melakukan persiapan dengan mendatangi TFI terlebih dulu untuk meminta kelengkapan data pada Jumat, 9 Oktober 2015. Setelah seluruhnya lengkap, kami berencana untuk mendatangkan langsung pada hari H, namun kami sudah menginfokan kedatangan kami kepada pihak sekolah melalui telepon. Hari senin pukul 08.00 pagi kami sudah janjian untuk berkumpul langsung disekolah SMPN 92 yang berlokasi di bilangan Rawamangun. Kami disambut hangat oleh Ibu Setyorini selaku staf wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Kami diberikan arahan untuk menjumpai kepala sekolah dahulu untuk meminta izin lagi agar dapat terlaksana.
Kami bertemu dengan kepala sekolah di ruangannya. Sambutan hangat kami terima ketika beliau membukakan pintu untuk kami dan kami dipersilahkan masuk keruangannya. Harys sebagai ketua kelompok menjelaskan secara detil maksud dan tujuan kami mengunjungi SMPN 92. Bapak kepsek menerima dengan baik seluruh informasi yang Harys berikan, dan kami diarahkan kembali untuk bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan Bapak Pramono. 
Bapak Pramono ini membantu kami untuk mengumpulkan anak-anak penerima kjp untuk memasuki ruang audiovisual. Lalu kami beres-beres ruang audiovisual. Setelah itu anak yang dipanggil oleh Pak Pramono datang masuk satu per satu hingga keseluruhannya masuk dengan jumlah 30 siswa.

C. Metode Pengajaran SMPN 92 Jakarta
Semua sudah tampak baik dengan didukung dengan pengajar yang baik membuat suasana ruang belajar mengajar menjadi kondusif dan seluruh anak terlihat bersungguh-sungguh untuk menerima pelajaran. Yang mungkin perlu diperbaiki adalah kondisi peralatan belajar mengajar yang sudah berumur menjadikan hal tersebut tampak kurang nyaman bagi siswa.

D. Bukti Lampiran Survey Internal dan Eksternal
Survey Eksternal


Survey Internal
Harys sebagai ketua kelompok dapat menjadi panutan kami karena sikap dia yang sangat antusias terhadap tugas yang diberikan ini menjadikan dia sebagai orang yang memiliki sikap terbaik diantara kelompok kami. Dia datang tepat waktu lebih cepat daripada yang lain, ide-ide dia untuk menyelesaikan tugas ini dapat terlaksana dengan baik, membuat kami cepat mengerti apa yang harus dilakukan, sikap gigihnya terhadap penyelesaian tugas terlihat ketika dia meminta izin kepada pihak sekolah dan bertemu langsung dengan kepala sekolah, sikap ramah dan memiliki etika yang tinggi memang terdapat pada diri ketua kelompok kami. 
Yang perlu diperbaiki adalah anggotanya, karena sempat bingung ketika diberikan tugas oleh Harys, namun Harys selalu memberikan responsif yang baik ketika seluruh anggota memiliki keluhan pada saat di lapangan.

3. Penutup
3.1 Hasil Kegiatan 
Data kjp:


gambar diatas adalah salah satu contoh sampel yang diambil di SMPN 92 Jakarta, masih banyak siswa-siswi smp yang belum mengerti bagaimana penggunaan kjp dengan baik. Maka dari itu kami juga memberikan pengetahuan tentang penggunaan kjp. Dan mereka dengan antusias menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan.

3.2 Kesimpulannya
kesimpulannya adalah kita dapat memahami dengan baik bagaimana berinteraksi dengan orang lain, kita harus bisa menjaga sikap kita seperti etika berbicara, sopan santun, dan jika memiliki janji kita harus bisa menepati pada waktu yang tepat. 

3.3 next to do
kita harus bisa lebih baik lagi, lebih menghargai kesempatan yang telah orang berikan, jangan membuang kesempatan terbaik yang diberikan, dan jalankan dengan ketulusan hati.

3.4 informasi jumlah peserta
jumlah anggota kami ada 7, yaitu :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443




Minggu, 18 Oktober 2015

CB : SDN Utan Kayu Selatan 27 Pg Part 2


Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar dan 8355
di SDN Utan Kayu Selatan 27 Pg Jakarta 
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia


1. Bagian Awal
Kelas : LB 51
Dosen : D5050 - Jamson Siallagan, S.Th., M.A., M.Th.
Waktu : Selasa, 13 Oktober 2015
Pukul : 09.00 - 14.00
Lokasi : SDN Utan Kayu Selatan 27 Pg
PIC : Drs. Suherman, M.M

Tim yang hadir :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443

Reggy - Zenia - Indira - Bapak Suherman - Ovelia - Nanda - Harys


2. Bagian Isi
A. Tentang Character Buliding : Professional Development
Pengantar Etika Terapan
Modernisasi telah mendorong berbagai perubahan di dalam masyarakat. Tidak hanya alam, modernitas juga telah mengubah pola-pola hubungan sosial. Perubahan-perubahan tersebut tidak hanya menyentuh aspek material saja. Pandangan-pandangan hidup dan moralitas juga mengalami perubahan.
Secara etimologis etika dan moral memiliki arti yang sama. Moral berasal dari latin 'mos'  atau 'mores' (bentuk jamak). Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti kebiasaan atau adat istiadat. Kata 'moral' juga memiliki arti yang sama. 
Velasquez mengemukakan bahwa kita dapat mendefinisikan moralitas sebagai 'the  standards that an individual or a group has about what is right and wrong, or good and evil.' 
Ethics is the activity of examining one's moral standards or the moral standards of a society, and asking how these standards apply to our lives and whether these standards are reasonable or unreasonable, that is, whether they are supported by good reasons or poor ones. (Velasquez 1998:11)
Bertens (1997:295) menegaskan bahwa etika terapan bukanlah suatu pendekatan ilmiah yang pasti seragam. Etika terapan tidak menyediakan suatu metode yang siap pakai yang bisa dimanfaatkan begitu saja oleh setiap orang yang berkecimpung di bidang ini.
B. Persiapan
Kami melakukan persiapan dengan mendatangi TFI terlebih dulu untuk meminta kelengkapan data pada Jumat, 9 Oktober 2015. Setelah seluruhnya lengkap, kami berencana untuk mendatangkan langsung pada hari H, namun kami sudah menginfokan kedatangan kami kepada pihak sekolah melalui telepon. Hari selasa pukul 08.00 pagi kami sudah janjian untuk berkumpul langsung disekolah. 
Setelah kami sampai di SD tersebut, kami disambut hangat oleh Bapak Suherman selaku kepala sekolah SDN Utan Kayu Selatan 27 Pg. Harys selaku ketua kelompok memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan kami di sekolah tersebut, setelah Bapak Suherman mengerti tujuan dan maksud kami, beliau mengizinkan kami untuk melakukan survey tentang kjp dan 8355. Akhirnya dengan perizinan beliau kami dapat melaksanakan tugas dengan tenang.  

C. Metode Pengajaran SDN Utan Kayu Selatan 27 Pg
Semua sudah tampak baik dengan didukung dengan pengajar yang baik membuat suasana ruang belajar mengajar menjadi kondusif dan seluruh anak terlihat bersungguh-sungguh untuk menerima pelajaran. Yang mungkin perlu diperbaiki adalah kondisi sekolah yang mulai rusak termakan usia, maka dari itu perlu diperbaiki pada beberapa titik. Namun sejauh ini anak-anak murid masih menerima kondisi tersebut namun mereka berkata ada keinginan dari mereka bahwa kondisi kelas tersebut perlu diperbaiki.

D. Bukti Lampiran Survey Eksternal dan Internal
> Survey Eksternal


> Survey Internal
Harys sebagai ketua kelompok dapat menjadi panutan kami karena sikap dia yang sangat antusias terhadap tugas yang diberikan ini menjadikan dia sebagai orang yang memiliki sikap terbaik diantara kelompok kami. Dia datang tepat waktu lebih cepat daripada yang lain, ide-ide dia untuk menyelesaikan tugas ini dapat terlaksana dengan baik, membuat kami cepat mengerti apa yang harus dilakukan, sikap gigihnya terhadap penyelesaian tugas terlihat ketika dia meminta izin kepada pihak sekolah dan bertemu langsung dengan kepala sekolah, sikap ramah dan memiliki etika yang tinggi memang terdapat pada diri ketua kelompok kami. 
Yang perlu diperbaiki adalah anggotanya, karena sempat bingung ketika diberikan tugas oleh Harys, namun Harys selalu memberikan responsif yang baik ketika seluruh anggota memiliki keluhan pada saat di lapangan.

3. Bagian Penutup
3. 1 Hasil Kegiatan
8355 :
Dapat disimpulkan bahwa data 8355 yang kami lihat di dinas dan di sekolah tersebut tidak memiliki perbedaan, keduanya cocok dan tidak ada bentuk perubahan data sama sekali.

3. 2 Kesimpulan
kesimpulannya adalah kita dapat memahami dengan baik bagaimana berinteraksi dengan orang lain, kita harus bisa menjaga sikap kita seperti etika berbicara, sopan santun, dan jika memiliki janji kita harus bisa menepati pada waktu yang tepat. 

3.3 next to do
kita harus bisa lebih baik lagi, lebih menghargai kesempatan yang telah orang berikan, jangan membuang kesempatan terbaik yang diberikan, dan jalankan dengan ketulusan hati.

3.4 informasi jumlah peserta
jumlah anggota kami ada 7, yaitu :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443