Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar dan 8355 di SMPN 92 Jakarta dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama
Teach For Indonesia
1. Awal
Kelas : LB 51
Dosen : D5050 - Jamson Siallagan, S.Th., M.A., M.Th.
Waktu : Senin, 12 Oktober 2015
Pukul : 09.00 - 14.00
Lokasi : SMPN 92 Jakarta
PIC : Ibu Setyorini
Tim yang hadir :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443
Ibu Setyorini - Indira - Harys - Ovelia - Reggy - Irma - Nanda - Zenia -Bapak Pramono
2. Isi
A. Tentang Character Buliding : Professional Development
Teori Etika
1. Utilitarianisme
Utilitiarianisme berasal dari kata bahasa Latin 'utilis' yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000:66). Jadi berdasarkan arti kata tersebut suatu perbuatan yang dikategorikan baik secara etis, bila perbuatan tersebut membawa manfaat.
2. Duty-Based Ethics
Adalah suatu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik menurut etika deontologi karena perbuatan tersebut diwajibkan untuk dilakukan, dan perbuatan yang lainnya dilarang. ini berarti bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban. Kewajiban merupakan satu-satunya prinsip yang mengkategorikan sautu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik.
3. Teori Hak (Rights-Based Ethics)
Menurut Bertens (2000:72-73) teori mengenai hak sangat mendominasi pemikiran moral dewasa ini. Pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari teori deontologi. Karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama.
4. Teori Keutamaan
Menurut Bertens (2000:74) teori keutamaan memperhatikan sikap atau akhlak seseorang 'tidak akan ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati dan sebagainya.'
Keempat teori keutamaan adalah kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan.
1. Utilitarianisme
Utilitiarianisme berasal dari kata bahasa Latin 'utilis' yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000:66). Jadi berdasarkan arti kata tersebut suatu perbuatan yang dikategorikan baik secara etis, bila perbuatan tersebut membawa manfaat.
2. Duty-Based Ethics
Adalah suatu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik menurut etika deontologi karena perbuatan tersebut diwajibkan untuk dilakukan, dan perbuatan yang lainnya dilarang. ini berarti bahwa yang menjadi dasar baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban. Kewajiban merupakan satu-satunya prinsip yang mengkategorikan sautu perbuatan diakui sebagai perbuatan baik.
3. Teori Hak (Rights-Based Ethics)
Menurut Bertens (2000:72-73) teori mengenai hak sangat mendominasi pemikiran moral dewasa ini. Pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari teori deontologi. Karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama.
4. Teori Keutamaan
Menurut Bertens (2000:74) teori keutamaan memperhatikan sikap atau akhlak seseorang 'tidak akan ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati dan sebagainya.'
Keempat teori keutamaan adalah kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan.
B. Persiapan
Kami melakukan persiapan dengan mendatangi TFI terlebih dulu untuk meminta kelengkapan data pada Jumat, 9 Oktober 2015. Setelah seluruhnya lengkap, kami berencana untuk mendatangkan langsung pada hari H, namun kami sudah menginfokan kedatangan kami kepada pihak sekolah melalui telepon. Hari senin pukul 08.00 pagi kami sudah janjian untuk berkumpul langsung disekolah SMPN 92 yang berlokasi di bilangan Rawamangun. Kami disambut hangat oleh Ibu Setyorini selaku staf wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Kami diberikan arahan untuk menjumpai kepala sekolah dahulu untuk meminta izin lagi agar dapat terlaksana.
Kami bertemu dengan kepala sekolah di ruangannya. Sambutan hangat kami terima ketika beliau membukakan pintu untuk kami dan kami dipersilahkan masuk keruangannya. Harys sebagai ketua kelompok menjelaskan secara detil maksud dan tujuan kami mengunjungi SMPN 92. Bapak kepsek menerima dengan baik seluruh informasi yang Harys berikan, dan kami diarahkan kembali untuk bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan Bapak Pramono.
Bapak Pramono ini membantu kami untuk mengumpulkan anak-anak penerima kjp untuk memasuki ruang audiovisual. Lalu kami beres-beres ruang audiovisual. Setelah itu anak yang dipanggil oleh Pak Pramono datang masuk satu per satu hingga keseluruhannya masuk dengan jumlah 30 siswa.
C. Metode Pengajaran SMPN 92 Jakarta
Semua sudah tampak baik dengan didukung dengan pengajar yang baik membuat suasana ruang belajar mengajar menjadi kondusif dan seluruh anak terlihat bersungguh-sungguh untuk menerima pelajaran. Yang mungkin perlu diperbaiki adalah kondisi peralatan belajar mengajar yang sudah berumur menjadikan hal tersebut tampak kurang nyaman bagi siswa.
D. Bukti Lampiran Survey Internal dan Eksternal
Survey Internal
Harys sebagai ketua kelompok dapat menjadi panutan kami karena sikap dia yang sangat antusias terhadap tugas yang diberikan ini menjadikan dia sebagai orang yang memiliki sikap terbaik diantara kelompok kami. Dia datang tepat waktu lebih cepat daripada yang lain, ide-ide dia untuk menyelesaikan tugas ini dapat terlaksana dengan baik, membuat kami cepat mengerti apa yang harus dilakukan, sikap gigihnya terhadap penyelesaian tugas terlihat ketika dia meminta izin kepada pihak sekolah dan bertemu langsung dengan kepala sekolah, sikap ramah dan memiliki etika yang tinggi memang terdapat pada diri ketua kelompok kami.
Yang perlu diperbaiki adalah anggotanya, karena sempat bingung ketika diberikan tugas oleh Harys, namun Harys selalu memberikan responsif yang baik ketika seluruh anggota memiliki keluhan pada saat di lapangan.
3. Penutup
3.1 Hasil Kegiatan
Data 8355 :
Disini kami menemukan adanya perbedaan data 8355 yang dimiliki oleh dinas dan sekolah.
Data yang ADA di dinas tapi TIDAK ADA di sekolah adalah atas nama Synthia Putri Rahma. Pihak sekolah telah mengkonfirmasi bahwa siswi tersebut telah keluar pada saat setelah daftar ulang, namun dia memutuskan untuk tidak melanjutkan bersekolah di SMPN 92. Pihak sekolah juga memberikan bukti surat keluar siswi tersebut.
Data yang Ada di sekolah tapi TIDAK ADA di dinas adalah atas nama Aisyah Putri Emmayanti. Pihak sekolah berkata bahwa siswi tersebut adalah siswi yang tidak naik kelas, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi kelanjutan mengenai siswi tersebut, karena siswi tersebut juga tidak melapor kepada pihak sekolah bahwa ia tidak ingin melanjutkan bersekolah di SMPN 92. Namun pihak sekolah sedang memproses anak tersebut.
3.2 Kesimpulannya
kesimpulannya adalah kita dapat memahami dengan baik bagaimana berinteraksi dengan orang lain, kita harus bisa menjaga sikap kita seperti etika berbicara, sopan santun, dan jika memiliki janji kita harus bisa menepati pada waktu yang tepat.
3.3 next to do
kita harus bisa lebih baik lagi, lebih menghargai kesempatan yang telah orang berikan, jangan membuang kesempatan terbaik yang diberikan, dan jalankan dengan ketulusan hati.
3.4 informasi jumlah peserta
jumlah anggota kami ada 7, yaitu :
Ketua : Harys Kristanto - 1701321525
Anggota :
1. Indira Ayu Mutiara Sari – 1701321203
2. Irma Rosita - 1701328191
3. Nanda Fitria Chantika - 1701328153
4. Ovelia Liesye - 1701328456
5. Reggy Fachruroji - 1701326476
6. Zenia Kana Paramitha - 1701321443











